Ticker

6/recent/ticker-posts

Hargain Tempat Lo Berasal

 


​Gue tuh kadang suka mikir, ini kenapa sih orang-orang makin ke sini kayak gampang banget lupa sama asal-usulnya sendiri? Agak lucu aja gitu liatnya.

​Terutama nih, kalau kita ngomongin para eks-member JKT48. Tiap kali diwawancara atau masuk podcast, kok respon-nya kayak masa-masa di grup itu cuma isinya trauma, drama, sama penderitaan doang. Wtf! Segitunya kah?

​Gini ya, gue juga tau JKT48 itu bukan group yang sempurna. Tapi masa iya setiap ada mikrofon di depan muka, yang lo goreng cuma sisi gelapnya doang? Padahal, mau dibilang apa pun, di sana lo dikasih panggung buat dikenal publik. Lo pernah bawain "Langit Biru Cinta Searah", itu bukti bahwa lo dulu dikasih kesempatan, bukan disiksa secara membabi-buta.

​Dan jujur aja nih ya, no offense. Dulu lo itu bukan top member yang gimana banget. Radar fans juga jarang nangkep lo. Malah track record lo yang banyak dramanya, fanbase lo pernah bubar gara-gara mulut lo sendiri, aturan grup juga lo langgar. Eh, sekarang malah muter narasi seolah-olah lingkungan yang toksik itu yang bikin lo sengsara. Lah, nggak sakit tuh logikanya?

​Lo tau nggak apa yang ngebedain lo sama temen seangkatan kayak Lulu, Oniel, atau Fiony? Mereka tuh bisa jaga sikap, low drama, dan menurut gue mereka jauh lebih pantes disebut idol karena manner-nya dapet.

​Gue bukannya nyuruh lo pura-pura bahagia atau fake, bukan itu intinya. Tapi kalau mau move on, ya yang elegan lah. Nggak usah bawa dendam ke mana-mana, malah keliatan banget lo nggak tau cara nempatin diri.

​Coba liat Zara. Prestasinya udah sampai mana, tapi pernah nggak dia nyerocos jelek-jelekin JKT48? Kagak. Karena dia paham, attitude itu segalanya. Lo boleh cantik, suara lo boleh bagus, followers lo jutaan kek, tapi kalau attitude lo di bawah standar, ya lo nggak ada artinya.

​Saran gue sih, tolong lah... jangan gampang lupa sama "rahim" yang ngebentuk lo. Lo dikenal publik tuh karena apa? Karena JKT48. Tanpa itu, lo cuma cewek biasa. Dan sejujurnya, sekarang pun... ya lo masih biasa-biasa aja.

​Belajar bersikaplah. End of discussion.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.