Jadi idol itu mungkin salah satu profesi paling nggak masuk akal yang pernah ada.
Serius.
Kalau lo kerja kantoran terus lagi bad mood, ya paling pasang muka datar seharian. Temen kerja mungkin nanya, "Lo kenapa?" sekali dua kali, habis itu udah. Nggak ada yang sampai bikin analisis panjang soal ekspresi muka lo.
Nah, kalau lo idol, itu ceritanya bakal beda.
Gita pernah kena cap nggak profesional cuma karena ekspresinya keliatan kesal waktu kalah game di teater dan harus nerima hukuman. Potongan videonya sempat rame di X. Banyak yang langsung narik kesimpulan macam-macam.
Padahal kalau ngikutin dia cukup lama, ya memang begitu pembawaannya. Orangnya cenderung tenang, pendiam, dan nggak terlalu ekspresif. Nggak semua orang tipe yang bisa senyum lebar setiap saat.
Tapi yang menarik adalah cara dia ngerespons semua hujatan itu.
Dia nggak bikin klarifikasi pembelaan, ataupun drama di media sosial. Dia cukup diam, terus buktiin lewat tindakan. Pelan-pelan. Nah Kalau lo liat dia sekarang, pas lagi MC atau di konten bareng member lain, pasti setuju ada yang beda dari dia. Lebih lepas. Lebih cair. Keliatan lebih enjoy.
Komitmen itu juga keliatan dari hal-hal kecil. Konten #DailyLife yang dia rajin upload di Instagram misalnya.
Dia ngedenger kritik itu, ngolahnya sendiri, terus milih buat berubah dengan caranya. Bukan karena beliau takut dihujat lagi, tapi karena dia emang mau berkembang.
Sebagai satu-satunya member gen 6 yang masih aktif sampai sekarang, Gita udah buktiin dia nggak kemana-mana. Tetep di sini, Tetap bertahan. Dan yang paling penting, tetap jadi Gita.
Itu udah lebih dari cukup.


Social Plugin