Akhirnya Bukan Mitos
Kalau lo ngikutin sosmed JKT48, pasti udah hapal satu pertanyaan yang muncul terus, "setlist ori kapan?"
Di kolom komentar mana pun. Postingan apa pun. Setiap kali akun official JKT48 update, pertanyaan itu selalu ada.
Gue jujur sempet mikir itu bakal jadi jokes abadi fandom. Muncul, dibahas sebentar, tenggelam lagi. Soalnya selama ini tanda-tanda JOT serius ngerjain ini nggak pernah kelihatan betul.
Makanya waktu JKT48 rilis "GO AND FIGHT!" di 22 Mei 2025, reaksi pertama gue bukan excited. Lebih ke... oh, jadi mereka beneran ngerjainnya.
Ekspektasi di proyek ini udah tinggi dari awal. Fans nunggu bertahun-tahun, jadi standar yang dipasang otomatis ikut naik. Dalam kondisi kayak gitu, gue milih hati-hati dulu sebelum langsung bilang ini bagus.
Tapi setelah beberapa kali review, kekhawatiran itu pelan-pelan reda.
Secara konsep, mengambil tema cheerleader yang enerjik, diterjemahkan ke musik, koreografi, dan visual sekaligus. Yang paling penting, semuanya nyambung satu sama lain. Koreografi dibuat oleh Iin Waode, salah satu dance teacher JKT48.
Seruan "INDONESIA!" di bagian intro itu menurut gue langkah yang cukup berani. Karena tema yang diangkat kali ini beda dari lagu idol yang biasanya soal cerita remaja atau hari-hari ringan. "GO AND FIGHT!" datang dengan semangat kompetisi dan olahraga, dan gue langsung kebayang lagu ini diputer di berbagai acara olahraga, entah stadion, pertandingan sekolah, atau seremoni pembukaan. Karakternya emang cocok ke sana.
Soal senbatsu, centernya Michelle Alexandra (Michie), dan gue cukup setuju sama pilihan itu. Lagu seperti ini butuh sosok yang bisa jadi pusat energi di atas stage, dan Michie punya aura yang pas buat itu.
Tapi bagian yang paling nyangkut di kepala gue justru part milik Ella: "Terkadang ada hari yang tak berjalan baik, seakan usahamu tak membuahkan hasil."
Simple, tapi langsung relate. Ditambah beatnya di bagian itu juga enak, jadi wajar kalau bagian itu yang paling gue inget.
Yang gue appreciate lagi, meskipun karakter musik idol Jepang masih terasa di beberapa bagian, hasilnya terdengar beda dari lagu-lagu terjemahan yang biasa kita dengar. Ada identitas yang lebih kuat karena lirik dan koreografinya dibangun dari nol.
Ini juga bukan satu-satunya yang dirilis sebelum setlist penuh keluar. Sebelum setlist original lengkap hadir, JKT48 lebih dulu merilis dua lagu, GO AND FIGHT! dan Raja Hati, sebagai preview.
Kalau pembukanya aja digarap dengan perhatian seperti ini, wajar kalau banyak yang penasaran sama sisanya.
Kesan gue? Positif. Untuk sekarang.
Let's go and fight, JKT48.

Social Plugin