Bentar, kita pause dulu bentar. Gue pengen ngebedah pelan-pelan soal konser “The First Snow” kemarin. Karena jujur aja, ngebahas konser ini ga mungkin tanpa nyebut satu nama, Shania Gracia.
Sebelas tahun di JKT48 itu bukan angka kecil. Itu waktu yang panjang. Dari masih remaja, belajar banyak hal, sampai akhirnya pegang tanggung jawab paling berat sebagai kapten. Itu proses, bukan instan.
Pas dia bawain solo “Mushi no Ballad”, menurut gue itu pilihan yang pas. Lagunya relevan sama perjalanan dia di grup ini. Terus momen dia keluar pakai gaun kelulusan dan mulai pidato, di situ banyak yang baru bener-bener sadar, oh ini kejadian beneran. Salah satu figur penting di JKT48 selesai tugasnya.
Otsukare, Gracia. Respect.
Nah, belum juga kita selesai narik napas, manajemen langsung kasih pengumuman. Sistem tim balik lagi. Tenang dulu, jangan panik.
Kalau pake logika normal, ini langkah yang masuk akal. pas semua digabung kemarin, persaingannya jadi agak "tanggung". Nggak kelihatan siapa yang bener-bener nge-push. Padahal, perkembangan itu butuh pressure. Butuh target, butuh saingan, butuh motivasi buat naikin level. Secara teori, sistem tim bisa bikin itu kejadian lagi.
Tapi jujur, yang bikin gue agak males duluan itu kebayang kelakuan fansnya. Lo tahu sendiri lah. Fandom ini paling hobi ributin hal-hal kecil. Begitu ada sekat tim, timeline pasti penuh debat nggak penting. Tim A lebih rajin, Tim B kurang usaha. Muter terus di situ.
Harapannya memang member jadi makin semangat, tapi yang gue takutin malah fansnya yang nggak siap. Tantangan terberatnya bukan di member, tapi di kedewasaan kita yang nonton. Itu yang paling susah.
Selain soal tim, JOT juga ngenalin konsep "JKT48 FIGHT".
Dengan konsep baru ini, mereka pengen nunjukin ambisi yang lebih fight. Dan ini pun bukan sekedar slogan. Ada rencana nyata di belakangnya. Single ke-27 rilis Februari, ada Request Hour, terus rencana teater sementara di luar Jakarta. Kelihatan kalo mereka lagi ngebut buat anniv ke-15.
Terakhir, soal kapten. Tongkatnya resmi pindah ke Freya Jayawardana.
Gue harus bilang, ini bukan tugas enteng. Freya masuk pas situasinya lagi transisi total. Konsep baru, sistem baru, tiga tim baru.
Intinya gini. Konser “The First Snow” ini nunjukin kalo JKT48 nggak mau berhenti di zona nyaman. Mereka masih nyari cara buat maju. Mau berhasil atau enggak, itu urusan nanti. Tapi diem di tempat jelas bukan pilihan.
Otsukare buat Gracia, selamat menempuh jalan yang baru. Dan buat Freya, selamat berjuang.

Social Plugin