Gini, gue mau bahas topik yang kayaknya nggak bakal ada habisnya, terutama buat lo yang ngefans Premier League.
Ada anggapan klasik yang sering banget muncul: "Manchester United itu spesialis menggembosi klub lain." Maksudnya, mereka dianggap doyan banget "nyomot" pemain bintang dari rival cuma buat memperlemah lawan, biar jalan mereka juara makin mulus. Kita semua ingat kan? Ada Robin van Persie dari Arsenal, Berbatov, sampe Teddy Sheringham yang diambil dari Spurs.
Tapi coba kita lihat lebih objektif dikit. Emang bener cuma MU doang yang kelakuannya gitu? Kalau kita buka sejarah dan lihat datanya, klub-klub besar lain ternyata nggak kalah agresifnya, kok. Yuk kita bedah satu-satu.
Manchester United (Yang Paling Sering Dituduh)
Di era Sir Alex Ferguson, MU emang sering banget belanja di "toko" tetangga. Yang paling kerasa dan paling bikin sakit hati pasti transferan Robin van Persie tahun 2012. Baru datang langsung jadi top skor dan langsung bawa MU juara. Pasti buat fans Arsenal, itu luka yang sampai sekarang kadang masih perih.
Tapi ingat, transfer itu juga karena Van Persie sendiri yang pengen pindah, karena dia mau cari tim yang bisa juara dan merasa dihargai. Wenger pun akhirnya setuju jual karena kontrak pemain tinggal setahun lagi, kalau nggak dijual ya bakal pergi gratis nanti.
Manchester City (Si Tetangga yang "Berisik")
Nah, City sejak punya dukungan dana yang masif ini juga nggak kalah "nakal". Ingat Carlos Tevez? Pindah dari MU ke City tahun 2009, terus ada poster ikonik "Welcome to Manchester". Itu tuh jelas-jelas sengaja buat manas-manasin, apalagi posisi billboard-nya ngarah ke arah Old Trafford.
Belum lagi mereka ngambil pemain Arsenal kayak Samir Nasri sama Emmanuel Adebayor. Siapa yang lupa sama selebrasi Adebayor yang lari sepanjang lapangan cuma buat provokasi fans Arsenal?
Chelsea (Era Belanja Jor-joran)
Di zaman Roman Abramovich, prinsip Chelsea simpel: "kalau mau pemain ya diambil." Kasus transfer Ashley Cole tahun 2006 itu rame banget, sampe Chelsea kena denda karena cara pendekatannya yang dianggap nggak fair. Cole pindah karena merasa kurang dihargai di Arsenal, dan Chelsea nawarin gaji lebih besar plus kesempatan juara lebih banyak.
Terus ada Fernando Torres yang dibeli dengan harga selangit £50 juta dari Liverpool tahun 2011, yang waktu itu jadi transfer termahal pemain Inggris. Bahkan Cesc Fàbregas, walopun datangnya dari Barcelona, statusnya sebagai mantan kapten Arsenal tetep bikin fans di sana ngerasa dikhianati pas dia milih pake seragam biru. Padahal Arsenal sendiri punya hak tawar dulu tapi nggak ambil kesempatan.
Arsenal & Liverpool: Bukan Cuma Korban
Sering dibilang sebagai pihak yang dirugikan, tapi Arsenal juga pernah lakuin hal yang sama. Mereka pernah ambil Mikael Silvestre dan Welbeck langsung dari MU-nya Sir Alex, sesuatu yang sebenernya jarang banget terjadi antar rival sebesar itu. Terus juga Petr Cech yang diambil dari Chelsea tahun 2015, yang akhirnya jadi penyelamat mereka bertahun-tahun dan bahkan menang Golden Glove lagi di sana.
Liverpool juga sama. James Milner itu salah satu transfer gratis terbaik mereka, dan dia datang langsung dari City tahun 2015. Terus soal Mohamed Salah. Oke, dia sempat nyampir di Roma dulu, tapi kita tahu kan dia itu aslinya "buangan" Chelsea. Pas dipegang Liverpool, malah jadi salah satu pemain terbaik di dunia dan ikon klub.
Jadi, Intinya Apa?
Poin gue simpel, Semuanya sama aja.
Fans MU mungkin sering jadi bahan bullyan soal ini, padahal realitanya City, Chelsea, Arsenal, sama Liverpool juga ngelakuin hal yang sama. Di Premier League, pindah ke klub rival itu hal yang biasa, dari dulu sampe sekarang. Ini soal strategi tim, soal kebutuhan pemain yang pengen berkarier atau cari kesempatan main, dan ya... soal duit juga. Bukan melulu soal loyalitas atau pengkhianatan.
Jadi kalau masih ada yang bilang cuma MU yang doyan "menggembosi" tim lain, kayaknya mereka emang kurang baca sejarah bola, atau emang lagi ragebait aja biar komenannya rame.
Nyatanya? Kita semua main di kolam yang sama.

Social Plugin