Gini, gue mau bahas satu topik yang kayaknya nggak bakal pernah selesai dibahas, terutama kalau ngomongin Premier League.
Pasti banyak yang pernah dengar anggapan kalau Manchester United itu spesialis "menggembosi" klub lain. Narasinya kurang lebih selalu sama, MU ngambil pemain terbaik dari rival, rivalnya jadi melemah, sementara mereka makin kuat dan makin gampang bersaing buat gelar.
Kalau dengar cerita itu, emang ada benarnya juga. Kita bisa lihat nama-nama kayak Robin van Persie dari Arsenal, Dimitar Berbatov dari Spurs, sampai Teddy Sheringham yang juga datang dari Tottenham. Nggak heran kalau MU sering jadi sasaran tuduhan seperti itu.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, emangnya cuma MU yang begini?
Semakin gue lihat sejarah Premier League, semakin kelihatan kalau hampir semua klub besar pernah melakukan hal yang sama.
Manchester United: Yang Paling Sering Kena Tuduh
Kalau ngomong soal transfer yang paling menyakitkan buat rival, Robin van Persie mungkin ada di urutan teratas.
Tahun 2012 dia pindah dari Arsenal ke MU. Hasilnya? Langsung jadi top skor dan langsung membawa MU juara liga. Buat fans Arsenal, momen itu jelas susah dilupakan.
Tapi di sisi lain, transfer itu juga bukan semata-mata karena MU datang lalu mengambil pemain begitu saja. Van Persie memang ingin pindah karena merasa peluang juara lebih besar ada di Old Trafford. Arsenal saat itu juga berada dalam posisi yang sulit karena kontraknya tinggal setahun.
Jadi situasinya nggak sesederhana "MU mencuri pemain Arsenal".
Manchester City: Tetangga yang Sama Agresifnya
Begitu City mulai mendapat dukungan dana besar, mereka juga nggak kalah aktif di bursa transfer.
Contoh paling ikonik tentu Carlos Tevez. Pindah dari MU ke City pada 2009, lalu muncul poster "Welcome to Manchester" yang sampai sekarang masih sering dibahas kalau ngomongin rivalitas dua klub itu.
Dan yang bikin tambah pedas, billboard tersebut dipasang menghadap arah Old Trafford.
Belum lagi Samir Nasri dan Emmanuel Adebayor yang direkrut dari Arsenal. Bahkan Adebayor pernah bikin salah satu selebrasi paling kontroversial dalam sejarah Premier League saat berlari hampir sepanjang lapangan untuk merayakan gol di depan fans Arsenal.
Kalau ukuran "menggembosi rival" dipakai, City juga jelas pernah melakukannya.
Chelsea: Kalau Suka, Ya Dibeli
Di era Roman Abramovich, Chelsea juga terkenal sangat agresif.
Kasus Ashley Cole mungkin jadi contoh yang paling sering diingat. Transfernya sempat menimbulkan kontroversi karena proses pendekatan Chelsea dianggap nggak sesuai aturan. Pada akhirnya Cole tetap pindah dan menjadi salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah klub.
Belum lagi transfer Fernando Torres dari Liverpool yang waktu itu bikin heboh satu liga karena nilainya luar biasa besar.
Lalu ada juga Cesc FÃ bregas. Memang dia datang dari Barcelona, bukan langsung dari Arsenal. Tapi sebagai mantan kapten Arsenal, keputusan memakai seragam Chelsea tetap membuat banyak fans Arsenal kecewa. Apalagi Arsenal sebenarnya punya kesempatan untuk membawanya pulang, tapi memilih tidak melakukannya.
Arsenal dan Liverpool Juga Pernah Di Posisi yang Sama
Sering kali Arsenal dan Liverpool dianggap sebagai pihak yang dirugikan dalam cerita-cerita seperti ini. Padahal mereka juga pernah mendapat keuntungan dari situasi yang serupa.
Arsenal pernah merekrut Mikael Silvestre dan Danny Welbeck dari Manchester United. Ada juga Petr Cech yang datang dari Chelsea dan langsung menjadi sosok penting di bawah mistar gawang Arsenal.
Liverpool juga punya contoh yang menarik. James Milner datang dari Manchester City secara gratis dan kemudian menjadi pemain yang sangat berpengaruh di era Jurgen Klopp.
Lalu ada Mohamed Salah.
Memang dia sempat bermain di Italia sebelum bergabung dengan Liverpool. Tapi semua orang tahu kariernya di Chelsea jauh dari kata sukses. Di Liverpool justru dia berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia dan ikon klub.
Kalau dipikir-pikir, cerita seperti ini sebenarnya sering terjadi di Premier League.
Jadi Intinya Apa?
Menurut gue, semua klub besar kurang lebih bermain dengan cara yang sama.
MU memang sering dituduh suka menggembosi rival. Tapi kalau melihat sejarah transfer Premier League, City, Chelsea, Arsenal, sampai Liverpool juga pernah melakukan hal yang mirip.
Pada akhirnya ini bukan cuma soal loyalitas atau pengkhianatan. Ada ambisi pemain yang ingin menang, ada kebutuhan klub yang ingin memperkuat skuad, dan tentu saja ada faktor uang yang nggak bisa dipisahkan dari sepak bola modern.
Makanya akan kurang tepat kalau ada yang bilang cuma MU yang punya kebiasaan seperti ini.
Karena kalau melihat sejarahnya, hampir semua klub besar pernah berada di dua posisi sekaligus, kadang jadi pihak yang kehilangan pemain, kadang jadi pihak yang mengambil pemain.
Ujung-ujungnya, semua main di kolam yang sama. Bedanya cuma siapa yang sedang diuntungkan dan siapa yang sedang merasa dirugikan pada saat itu.

Social Plugin