Ticker

6/recent/ticker-posts

Lo pernah mikir gak, panggilan "kak" di JKT48 ini makin aneh?

Akhir-akhir ini gue suka merhatiin interaksi member JKT48. Dan ada satu hal yang bikin gue mikir lebih dari yang harusnya, yaitu sistem panggilan "Kak" di antara mereka. Patokannya apa, sih?

Umur? Generasi? Atau emang nggak ada patokan sama sekali?

Flashback dulu.

Jaman Gen 1, 2, 3, aturannya simpel. Murni umur. Lo lebih tua, lo dipanggil "Kak". Titik. Nggak peduli lo senior atau junior di grup.

Contoh paling gampang: Nabilah sama Yupi.

Nabilah itu Gen 1, tapi umurnya lebih muda dari Yupi yang Gen 2. Hasilnya? Nabilah manggil Yupi "Kak Yupi", padahal secara generasi Nabilah yang senior. Yupi sebaliknya manggil Nabilah pakai nama doang. Sistem lama jelas, umur di atas segalanya.

Lo mau lihat hubungan Beby sama Yona, atau pasangan lainnya, polanya sama.

Nah, di suatu titik, entah mulai gen 6 atau beberapa generasi setelahnya, pola ini mulai bergeser.

Gue pernah nonton live dan nemu momen yang agak lucu. Virgi manggil Trisha "Kak" karena Trisha lebih senior dari sisi generasi. Tapi Trisha juga manggil Virgi "Kak" balik karena Virgi lebih tua dari segi umur.

Jadi dua-duanya saling "Kak".

Pas pertama sadar gue sempet bingung sendiri, ini hierarkinya muter ke mana?

Gue nyebut fenomena ini "Kak-kakan Mutual". Daripada salah satu pihak ngerasa nggak enak atau dianggep kurang sopan, ya udah sekalian dua-duanya pakai "Kak". Selesai. Praktis.

Dan kalau dipikir-pikir, situasinya mungkin di kepala mereka kurang lebih begini:

"Dia senior sih... tapi aku lebih tua. Kalau nggak manggil Kak nanti nggak enak. Tapi kalau dipanggil balik Kak juga aneh. Ya udah deh, Kak aja."

Lucu, tapi ya wajar. Aturan sosial emang nggak selalu rapi. Ada momen ketika dua orang sama-sama pengen nunjukin hormat, terus hasil akhirnya jadi agak absurd.

Tapi dari semua keruwetan ini, gue malah dapet satu hal.

Ternyata respek itu nggak selalu lahir dari aturan yang jelas.

Kadang cukup dari niat baik.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.