Gue perhatiin makin kemari, kelakuan member JKT48 tuh makin random. Salah satunya soal gimana cara mereka manggil 'kak'.
Sampai-sampai gue mikir, ini sebenernya patokannya apa, sih? Umur? Generasi? Atau jangan-jangan cuma pakai feeling doang?
Coba kita mundur sebentar.
Dulu, jaman gen-gen awal, generasi satu, dua, tiga. Aturannya sederhana banget. Murni umur. Titik. Nggak peduli status lo member senior atau junior, kalau lo lebih tua, ya dipanggil "Kak".
Contoh paling gampang, Nabilah sama Yupi.
Nabilah itu Gen 1. Tapi saat dia memanggil Yupi, yaitu menggunakan "Kak Yupi". Soalnya Yupi emang lebih tua. Sebaliknya, Yupi manggil Nabilah ya cuma nama, atau kadang "Dek Nabilah". Padahal secara senioritas di grup, Nabilah itu seniornya Yupi.
Jadi waktu itu, umur adalah segalanya. Senioritas generasi nggak terlalu ngaruh buat urusan panggilan. Lo bakal liat pola yang sama di hubungan Beby sama Yona, atau Gaby sama Lidya. Dst.
Nah, masuk ke generasi baru, kayaknya mulai Gen 6 ke atas, sistem ini mulai bergeser. Polanya jadi rada... berantakan.
Kemarin ada kejadian lucu waktu gue nonton live.
Virgi manggil Trisha itu 'Kak', karena Trisha duluan masuk JKT48. Tapi di sisi lain, Trisha juga manggil Virgi 'Kak', soalnya Virgi lebih tua umurnya.
Jadinya? Mereka saling manggil 'Kak'.
Gue ngebayangin isi kepala anak-anak generasi sekarang mungkin kurang lebih gini:
"Ini aku panggil Kak nggak ya? Dia lebih muda, tapi dia senior. Tapi kalau nggak dipanggil Kak, nanti dikira nggak sopan. Udah, panggil Kak aja deh, aman."
Akhirnya terciptalah sistem "Kak-kakan Mutual". Wkwk.
Saling manggil Kak biar nggak ada yang ngerasa lebih tinggi atau lebih rendah. Semacam win-win solution.
Jujur, ini nggak salah. Malah unik. Walaupun ya... kalau dipikir-pikir emang agak aneh kedengarannya.
Tapi dari semua keruwetan ini, gue nemu satu pelajaran penting.
Respek itu sebenernya nggak butuh aturan.
Dia cuma butuh niat baik...
...dan sedikit kebingungan.

Social Plugin