Tentang Fiony JKT48 dan Hal-Hal yang Gue Salut Darinya
Lo mungkin pernah lihat potongan video Fiony nyanyi "Migikata" sendirian di teater. Biasanya lewat di FYP atau timeline.
Waktu itu dia nyanyi live mic. Nggak ada backing track, nggak ada bantuan macam-macam. Ya murni suara dia.
Begitu videonya nyebar, ya sudah. Komentar netizen langsung berdatangan. Isinya juga bisa ditebak lah arahnya ke mana.
Dampaknya ke dia lumayan juga ternyata. Sampai pernah diceritain kalau setiap dengar intro lagu itu dia refleks nutup kuping.
Kedengarannya mungkin sepele buat yang cuma nonton potongan videonya. Tapi kalau dipikir-pikir, ya berat juga. Mental orang bisa kena kalau terus-terusan diseret ke situ.
Tapi yang sering dilupain orang dari Fiony justru bagian yang menurut gue paling penting.
Dedikasinya.
Kalau ngomongin teknis vokal, ya mungkin dia bukan yang paling kuat di grup. Itu juga banyak orang yang sudah tau.
Tapi kalau ngomongin passion, ceritanya beda.
Gue masih inget cerita dari awal pandemi dulu. Waktu teater tutup dan semua orang lagi bingung harus ngapain. Banyak kegiatan berhenti total.
Di situ justru Fiony termasuk yang paling cepat gerak. Dia yang ngajak temen-temennya buat tetap latihan. Dia juga yang mikirin gimana caranya JKT tetap punya aktivitas walaupun ruang geraknya lagi terbatas.
Cerita ini disampaikan sendiri sama Olla di Showroom.
Buat gue itu nunjukin satu hal, kalo dia benar-benar peduli sama grupnya.
Hal lain yang gue perhatiin, Fiony juga termasuk member yang cukup vocal.
Terus soal cara dia memandang profesinya juga menarik.
Fiony ini tipe yang nggak pernah malu jadi idol. Di saat beberapa member kadang pengen keliatan 'normal people' di luar kegiatan grup, dia santai aja.
Temen kampus pakai BDTSnya? Dia malah senang.
Ada yang nyebut idol itu alay? Dia tetap santai.
Kelihatan kalau dia memang bangga dengan apa yang dia jalani.
Terus ada satu kebiasaan kecil dia yang menurut gue cukup ngasih gambaran soal karakternya.
Setiap lagi ada jeda show agak lama atau lagi masa libur, dia sering banget nyeletuk kangen teater. Bukan sekali dua kali, tapi sering.
Makanya di kalangan fans dia suka dibilang member yang "idol banget".
Soalnya keliatan kalau dia memang menikmati tampil di theater. Bukan sekadar kerjaan yang harus dijalanin.
Gue juga pernah dengar cerita dari dia sendiri. Waktu pertama masuk JKT48, dia bahkan belum tahu kalau member itu digaji.
Yang ada di kepalanya waktu itu cuma satu. Dia pengen jadi idol.
Kalau dipikir lagi sekarang, agak lucu juga ceritanya. Tapi dari situ kelihatan kalau motivasi awal dia memang bukan soal uang.
Dia memang suka dunia ini dari awal.
Makanya ketika lihat perjalanan dia sekarang, rasanya lebih masuk akal. Dari awal memang sudah ada niat buat ngabisin masa muda di dunia idol.
Ada satu momen lagi yang gue inget dari Showroom.
Waktu itu ada netizen yang nyeletuk, kurang lebih nadanya begini, "Emang member tahu lo hidup?"
Jawaban Fiony cukup bikin gue terkesan.
Dia bilang, "Ya emang kenapa kalau halu? Selama nggak ganggu finansial atau kesehatan kamu, dan itu positif buat mereka, biarin aja."
Buat gue jawaban itu simpel tapi dalam.
Kelihatan dia ngerti posisi fans. Dia nggak meremehkan orang-orang yang sudah dukung dia selama ini.
Makanya menurut gue, kalau ada orang yang menilai Fiony cuma dari satu video yang gagal itu, rasanya terlalu sempit.
Ada kualitas idol yang kuat di dirinya. Bukan cuma soal perform di panggung, tapi juga soal sikap dan cara dia memandang fans.
Ngomong-ngomong, gue kadang kepikiran juga.
Kalau suatu saat nanti Fiony lulus, kira-kira cocok nggak ya kalau dia tetap di sekitar JKT? Misalnya masuk ke tim manajemen.
Apalagi dia dulu juga pernah sempat magang jadi staf.
Lumayan lucu juga sih kalau suatu hari nanti dia pindah posisi dari panggung ke belakang layar, tapi tetap ngurusin grup yang sama.

Social Plugin