Keputusan buat masuk JKT48 itu, 99% pasti inisiatif dari diri sendiri. Oke, mungkin ada beberapa khusus karena dorongan orang lain, misalnya ortu. Tapi, seenggaknya, lo kan tetap yang setuju dan menjalani.
Intinya, Nggak ada skenario lagi enak-enak santai di rumah terus tiba-tiba disuruh audisi tanpa tahu apa-apa. Semua yang mendaftar pasti datang dengan kesadaran penuh. Mereka udah melewati proses panjang, capek, seleksi berlapis-lapis, dan akhirnya lolos. Sejak di titik itu, harusnya udah jelas kalau lo udah siap menanggung semua konsekuensi yang bakal datang.
Habis itu masuk fase yang lebih serius, tanda tangan kontrak.
Sekarang kita masuk ke isu yang paling sering bikin ribut, soal Golden Rules.
Larangan pacaran ini sering dibahas seolah-olah manajemen lagi hobi ngerampas kebebasan hidup orang. Padahal kalau dilihat dari kacamata industri idol, ceritanya beda. Begitu lo jadi Member, itu berarti lo sudah jadi bagian dari industri ini, dimana branding yang diperjualkan yaitu kedekatan sama fans.
Makanya, pacaran diam-diam itu bukan sekadar soal melanggar kontrak. Itu juga ngerusak kepercayaan yang susah payah dibangun. Dan yang sering dilupain, aturan ini nggak selamanya. Ini cuma berlaku selama lo masih aktif. Begitu graduate, ya hidup lo bebas. Mau pacaran, mau nikah, fans juga nggak punya urusan.
Jadi sebenernya opsinya mudah aja. Lo mau lanjut di JKT48 dan nurut sama aturan, atau lo ngerasa sistem ini nggak cocok dan memilih keluar. Dua-duanya sah. Yang nggak fair itu mau dapet semua keuntungannya tapi nolak tanggung jawabnya.
Dan hal paling penting yang mesti lo ingat, Setiap pelanggaran itu dampaknya nggak berhenti di diri lo sendiri. Efeknya nyeret banyak pihak. Member lain ikut kena imbas. Kepercayaan fans ikut terkikis. Nama JKT48 juga ikut kebawa.
Coba refleksi sebentar. Ada member yang latihan mati-matian, jarang dapat spotlight, nunggu kesempatan bertahun-tahun. Sementara ada yang udah dikasih posisi, project, iklan, exposure, tapi malah mempertaruhkan semuanya demi sesuatu yang dari awal udah jelas dilarang.
Di titik itu, wajar kan kalau orang mulai nanya, di mana letak tanggung jawab dan profesional lo?

Social Plugin