Ticker

6/recent/ticker-posts

Jadi Member Itu Pilihan, Tapi Komitmen Itu Wajib.

 


​Keputusan buat masuk JKT48 itu, 99% pasti inisiatif dari diri sendiri. Oke, mungkin ada beberapa khusus karena dorongan orang lain, misalnya ortu. Tapi, seenggaknya, lo kan tetap yang setuju dan menjalani.

​Intinya, Nggak ada skenario lagi enak-enak santai di rumah terus tiba-tiba disuruh audisi tanpa tahu apa-apa. Semua yang mendaftar pasti datang dengan kesadaran penuh. Mereka udah melewati proses panjang, capek, seleksi berlapis-lapis, dan akhirnya lolos. Sejak di titik itu, harusnya udah jelas kalau lo udah siap menanggung semua konsekuensi yang bakal datang.

Habis itu masuk fase yang lebih serius, tanda tangan kontrak.

Di momen itu, secara hukum, lo setuju sama semua aturan yang tertulis. Jadi kalau di tengah jalan ada omongan, “Aku nggak tahu ada aturan ini,” sorry to say. Ini dokumen yang ngatur karier lo ke depan. Lo bacanya sambil nyambi main game? Atau malah nggak dibaca?
Umum terjadi bagi mereka yang habis kena kasus, kadang heran aja, mereka beneran lupa atau pura-pura amnesia, sih? 

Sekarang kita masuk ke isu yang paling sering bikin ribut, soal Golden Rules.

Larangan pacaran ini sering dibahas seolah-olah manajemen lagi hobi ngerampas kebebasan hidup orang. Padahal kalau dilihat dari kacamata industri idol, ceritanya beda. Begitu lo jadi Member, itu berarti lo sudah jadi bagian dari industri ini, dimana branding yang diperjualkan yaitu kedekatan sama fans.

Kalau lo mikirnya cuma dari sisi privasi, ya emang kerasa ribet. Tapi coba liat dari sudut pandang industri idol. Aturan itu dibentuk untuk menjaga disiplin dan, yang paling utama, menjaga kepercayaan fans. Di ekosistem ini, trust dari fans itu modal utama. Kalau modal itu hilang, lo mau jualan apa lagi?

Visual? Bakat? Gimmick? Semua aspek itu, ga ada artinya tanpa kepercayaan dan dukungan dari fans. 

Makanya, pacaran diam-diam itu bukan sekadar soal melanggar kontrak. Itu juga ngerusak kepercayaan yang susah payah dibangun. Dan yang sering dilupain, aturan ini nggak selamanya. Ini cuma berlaku selama lo masih aktif. Begitu graduate, ya hidup lo bebas. Mau pacaran, mau nikah, fans juga nggak punya urusan.

Jadi sebenernya opsinya mudah aja. Lo mau lanjut di JKT48 dan nurut sama aturan, atau lo ngerasa sistem ini nggak cocok dan memilih keluar. Dua-duanya sah. Yang nggak fair itu mau dapet semua keuntungannya tapi nolak tanggung jawabnya.

Dan hal paling penting yang mesti lo ingat, Setiap pelanggaran itu dampaknya nggak berhenti di diri lo sendiri. Efeknya nyeret banyak pihak. Member lain ikut kena imbas. Kepercayaan fans ikut terkikis. Nama JKT48 juga ikut kebawa.

Coba refleksi sebentar. Ada member yang latihan mati-matian, jarang dapat spotlight, nunggu kesempatan bertahun-tahun. Sementara ada yang udah dikasih posisi, project, iklan, exposure, tapi malah mempertaruhkan semuanya demi sesuatu yang dari awal udah jelas dilarang.

Di titik itu, wajar kan kalau orang mulai nanya, di mana letak tanggung jawab dan profesional lo?

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.