Ticker

6/recent/ticker-posts

Jadi Member Itu Pilihan, Tapi Komitmen Itu Wajib.


Gue cukup yakin, masuk JKT48 itu bukan kejadian yang menimpa seseorang begitu aja.

Mungkin ada yang awalnya diajak ortu, diajak temen, atau cuma iseng daftar. Tapi di titik tertentu tetap ada keputusan pribadi. Lo yang dateng audisi. Lo yang ikut seleksi berkali-kali. Lo yang akhirnya bilang, "ya, gue mau jalanin ini."

Nggak ada cerita tiba-tiba kebangun terus udah ada di stage teater.

Prosesnya panjang, melelahkan, dan harusnya pas lo lolos, lo udah punya bayangan industri ini bakal kayak gimana. Minimal, lo tahu apa yang lo hadapi.

Harusnya.

Terus soal kontrak.

Ini yang sering bikin gue garuk-garuk kepala. Lo udah tanda tangan. Secara hukum, lo udah setuju sama semua yang ada di sana, termasuk semua poin rules. Dokumen itu ngatur karir lo ke depan. Jadi waktu ada yang bilang "Aku enggak tahu kalau ada aturan kayak gini," maaf banget, agak susah buat dipercaya.  

Lo baca sambil scrolling? Atau emang sengaja nggak dibaca?

​Agak heran aja. Pas kesandung kasus, mendadak amnesia. Beneran lupa apa pura-pura nih?

Sekarang yang paling sering gaduh, larangan pacaran.

Gue tau ini sensitif. Tapi kalo lo liat dari sisi bisnisnya, sebenernya nggak aneh-aneh amat. JKT48 itu jualannya bukan cuma penampilan. Yang dijual adalah kedekatan. Trust dari fans itu modal utama di sini. Aturan itu ada buat jaga modal itu tetap ada.

Kalo modalnya ilang, lo mau jualan apa? Visual? Bakat? Gimmick? Semuanya enggak bakal ngaruh kalau fansnya udah telanjur kecewa dan ngerasa dibohongin.

Dan satu hal yang sering dilupain, aturan ini nggak berlaku selamanya. Kalau udah graduate, ya hidup kembali sepenuhnya milik masing-masing. Mau pacaran, nikah, punya keluarga, ya silakan. Mayoritas fans juga lanjut hidup.

Jadi pilihannya sebenernya simpel.

Lo betah, lo ikutin aturannya. Lo nggak cocok, lo keluar. Dua-duanya sah.

Yang nggak fair itu mau enaknya doang. Gaji, ketenaran, exposure, semua diambil. Tapi aturannya dilanggar.

Dan efeknya nggak berhenti di lo. Member lain kena imbas. Yang latihan tiap hari, jarang dapat spotlight, nunggu giliran bertahun-tahun, yang taat aturan, mereka juga ikut keciprat namanya, karena fans pastinya bakal melihat ini secara "menyamaratakan. "

Lo yang udah dikasih posisi, dapat project, dapat perhatian, malah main belakang. Buat sesuatu yang dari awal udah jelas nggak boleh.

Yaudah, hak lo juga sih mau ngapain.

Asal nanti kalau konsekuensinya dateng dan lo kena tubir netizen, jangan playing victim. Wajar.


© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.