Ticker

6/recent/ticker-posts

Agama Bukan Biang Keladi Keterbelakangan


Gue tiap liat debat kayak gini tuh rasanya udah capek duluan. Tiap ngebahas kenapa Indonesia jalan di tempat, yang diseret lagi-lagi agama. Seolah iman orang bisa langsung ngatur ekonomi negara. Emang segampang itu?

Menurut gue ya enggak. Itu cara mikir paling instan. Negara itu kompleks, banyak lapisan. Tapi yang paling gampang disalahin ya yang paling kelihatan.

Di sini agama sering ditempelin kesan kolot. Dibilang taat berarti anti perubahan. Padahal yang bikin ribet itu manusianya. Cara orang ngejalanin ajarannya. Banyak yang bawa agama, tapi ujungnya buat kepentingan sendiri. Politik masuk, urusan kuasa juga. Yang kena nama agamanya.

Coba lihat Malaysia sama Brunei. Mayoritas agamanya mirip sama kita. Brunei malah identik banget sama Islam. Tapi ekonomi mereka jalan, infrastruktur rapi, hidup warganya relatif stabil. Jadi kelihatan kan, bukan agamanya yang bikin seret.

Terus lihat Filipina. Secara tampilan mirip Indonesia, tapi mayoritas agamanya beda. Pengaruh Barat kuat, demokrasi juga udah lama. Tapi masalah kayak korupsi, ketimpangan, kemiskinan tetap ada. Jadi ini bukan soal agama mana yang dominan.

Polanya sebenarnya jelas. SDM, sistem, sama integritas. Kalau tiga itu berantakan, ya hasilnya bakal gitu-gitu aja, mau latar agamanya apa pun.

Negara yang maju fokusnya ke pendidikan, riset, sama pembenahan birokrasi. Hukum dijalanin. Mereka sibuk ngerapihin sistem, bukan debat identitas tiap hari.

Gue juga sering heran. Kasus korupsi, pelakunya dari berbagai latar agama. Mau Islam, Kristen, Katolik, atau yang lain, tetap aja ada yang nyolong duit rakyat. Berarti masalahnya di karakter sama sistem pengawasannya, bukan di agamanya.

Kadang isu agama ini enak banget jadi pengalih perhatian. Orang ribut soal identitas, lupa nanya anggaran ke mana. Lupa ngecek kebijakan. Lupa nuntut transparansi.

Buat gue, nyalahin agama itu shortcut. Kedengarannya kritis, tapi sebenarnya males ngulik akar masalah. Kalau emang mau marah, ya marah ke kebijakan yang ngawur, ke pejabat yang nggak becus, ke sistem yang bocor.

Jujur aja, capek lihat debat agama muter di situ-situ aja tiap tahun. Template-nya sama terus.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.