Gue sering banget denger argumen ini, baik di kolom komentar sosmed atau obrolan manapun. Tiap kali kita bahas kenapa Indonesia kayaknya "jalan di tempat" dibanding negara lain, ujung-ujungnya agama yang dibawa-bawa.
Ada narasi yang bilang, "Ya pantesan kita nggak maju, mayoritasnya kan ini." Seolah-olah ada korelasi langsung antara iman seseorang sama GDP sebuah negara. Tapi pertanyaannya, bener nggak logikanya sesederhana itu?
Menurut gue, nggak. Itu terlalu menyederhanakan masalah yang sebenernya kompleks banget.
Kenapa Agama Terus yang Disalahin?
Di Indonesia, agama sering banget diidentikkan sama konservatisme. Ada anggapan kalau taat agama berarti anti-perubahan atau susah nerima sains. Padahal kalau kita mau jujur, masalahnya bukan di ajaran agamanya, tapi di interpretasi orangnya.
Banyak orang yang dapet panggung justru yang interpretasinya sempit, atau bahkan sengaja nyampur aduk agama sama kepentingan politik kelompoknya. Akhirnya, agama yang jadi bemper, padahal yang rusak itu ego manusianya.
Coba Lihat Tetangga Kita
Gue selalu bilang, coba deh buka mata ke tetangga sebelah. Kita punya Malaysia dan Brunei. Dua-duanya mayoritas Muslim, bahkan Brunei itu monarki Islam yang kuat banget.
Tapi lihat realitanya:
- Brunei: Pendapatan per kapitanya salah satu yang tertinggi di dunia.
- Malaysia: Infrastrukturnya rapi, ekonominya stabil, dan secara kualitas hidup, mereka setingkat di atas kita.
Artinya apa? Agama di sana nggak jadi penghambat. Mereka bisa maju karena kualitas SDM-nya disiapin, pemerintahnya punya arah yang jelas, dan sistemnya jalan. Jadi, kalau ada yang bilang Islam itu penghambat kemajuan, Malaysia sama Brunei itu counter-argument yang paling nyata.
Filipina Bukti Ini Bukan Cuma Soal Islam
Kalau lo masih mikir ini cuma soal satu agama, coba lihat Filipina. Mayoritas Katolik, demokrasinya udah lama, dan pengaruh Barat-nya kuat banget. Tapi masalah mereka sama kayak kita, korupsi di mana-mana, ketimpangan sosial tinggi, dan kemiskinan masih jadi isu besar.
Kelihatan kan polanya? Mau mayoritasnya Islam atau Katolik, kalau kualitas SDM-nya rendah dan sistem birokrasinya amburadul, ya negaranya nggak bakal lari ke mana-mana.
Masalah Aslinya SDM dan Integritas
Negara maju itu punya satu kesamaan, mereka kenceng investasi di pendidikan dan inovasi. Mereka nggak sibuk nyalahin Tuhan atas nasib mereka, tapi mereka fokus cari solusi.
Agama itu sebenernya netral. Dia bisa jadi pondasi moral yang hebat kalau dipake buat bangun integritas. Masalahnya di kita, agama sering dijadiin tameng buat nutupin penyakit yang sebenernya, korupsi dan pendidikan yang bobrok.
Coba lo inget-inget kasus korupsi yang pernah ketangkep. Pelakunya dari berbagai latar belakang agama, kan? Artinya apa? Kalau orangnya emang rakus, ya rakus aja. Itu urusan karakter, bukan urusan agama, agama manapun ga mengajarkan demikian.
Stop Nuding, Mulai Kerja
Intinya, berhenti jadiin agama sebagai kambing hitam atas kegagalan kita sebagai bangsa. Agama nggak bakal bikin negara mundur kalau dikelola dengan cara yang progresif.
Daripada kita berisik debat soal agama mana yang bikin maju atau mundur, mending energi lo dipake buat hal yang lebih konkret. Kritik kebijakan publik yang nggak masuk akal, tuntut perbaikan mutu sekolah, dan lawan korupsi tanpa pandang bulu.
Negara nggak bakal maju cuma gara-gara debat di Twitter. Negara maju karena orang-orangnya punya mindset yang realistis dan kerja yang nyata.
Gimana menurut lo, apa kita selama ini emang sengaja dikasih isu agama biar nggak fokus nanyain kemana duit pajak kita lari? Bagian mana yang menurut lo paling menghambat kita sekarang?

Social Plugin