Ticker

6/recent/ticker-posts

Realita Pasca Oshi Graduate


​Realita Pasca Oshi Graduate

​Jujur ya, buat gue, pengumuman graduation itu selalu jadi momen yang paling berat di dunia idol. Biasanya tiap hari nunggu update mereka, nonton penampilan, ngikutin perkembangan, lalu suatu hari mereka ngumumin bakal pergi. 

Kita ngikutin mereka sejak masih trainee atau sejak awal gabung. Lihat mereka belajar tampil, makin percaya diri, sampai akhirnya jadi member yang dikenal banyak orang. Walaupun kita nggak kenal secara pribadi, tetap aja ada rasa ikut tumbuh bersama. Makanya, waktu mereka memutuskan graduation, rasa sedih itu muncul.

Sebenarnya, sistem seperti ini memang bagian dari budaya grup idol Jepang yang diadopsi JKT48. Graduation bukan sesuatu yang aneh, justru memang sudah menjadi bagian dari siklus grup. Cepat atau lambat, hampir semua member akan sampai di titik itu.

Yang susah itu justru karena kita nggak pernah benar benar tahu kapan waktunya. Kadang ada member yang kelihatannya masih akan lama, eh ternyata ngumumin graduation lebih dulu. Ada juga yang udah berkali kali diprediksi bakal lulus, ternyata masih bertahan. Di dunia idol, banyak hal memang sulit ditebak. Karena itu, sebagai fans, kita sebenarnya dituntut siap dari awal.

Sering ada yang bilang, "Kan tinggal cari oshi baru."

Masalahnya, hubungan fans dan oshi nggak sesederhana ganti pilihan oshi di website. Selama ini kita udah menghabiskan waktu buat ngikutin perjalanan mereka. Ada yang rela datang ke teater, beli merchandise, ikut event, atau sekadar rutin nonton konten mereka. Lama lama terbentuk ikatan emosional. Jadi waktu mereka lulus, yang hilang bukan cuma sosok idolnya, tapi juga kebiasaan yang selama ini kita jalani.

Yang menariknya, hubungan ini sebenarnya satu arah. Kita tahu banyak tentang mereka, sementara mereka mungkin sama sekali nggak tahu siapa kita. Meski begitu, perasaan yang muncul tetap terasa nyata. Dari hasil yang gue temui lewat searching, hubungan seperti ini dikenal sebagai parasocial relationship, yaitu kedekatan emosional yang terbentuk dengan figur publik meski tanpa hubungan pribadi.

Dari pengalaman yang gue dapat ini, gue memutuskan buat nggak lagi punya satu oshi tertentu. Bukan nggak peduli sama member, apalagi left dari fandom JKT48. Gue cuma sadar kalau setiap graduation selalu membawa rasa kehilangan yang sama.

Sekarang gue lebih memilih menikmati JKT48 sebagai sebuah grup. Gue tetap nonton, tetap ngikutin perkembangan mereka, tetap senang lihat member berkembang. Bedanya, gue nggak lagi menggantungkan pengalaman menikmati JKT48 pada satu orang saja.

Buat gue, cara ini lebih realistis. Graduation tetap bakal terasa sedih, tapi setidaknya nggak sampai bikin kehilangan alasan utama buat terus menikmati grup yang dari awal memang gue dukung.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.