Datang modal utang, pergi ninggalin beban. Praktik parasit Glazer di Manchester United ini emang puncaknya kebiadaban bisnis di sepak bola. Klub yang tadinya sehat tanpa utang malah dijadikan tumbal peminjaman modal mereka sendiri waktu beli saham tahun 2005. Ujung-ujungnya klub yang harus nanggung beban utang ratusan juta pound sterling. Beneran keluarga babi yang cuma paham nyedot duit tanpa mikirin masa depan tim.
Gary Neville aja sampai muak liat fasilitas Old Trafford sama tempat latihan Carrington yang kayak terlantar. Klub lain sibuk modernisasi stadion dan fasilitas pendukung, ini malah dibiarin berkarat. Bayangin aja, selama sepuluh tahun terakhir mereka ambil uang dari klub sampai 154 juta pound sterling tapi suntikan dana buat infrastruktur nol besar. Jor-joran transfer pemain pun cuma tameng biar fans kagak ngamuk, padahal manajemennya bobrok dan penjualan pemain rugi besar.
Giliran mau dijual pas akhir 2022 lalu, kelakuannya makin bikin naik darah. Udah tahu valuasi riil klub paling di angka 4 miliar pound sterling, si keparat ini malah masang harga ga ngotak di atas 6 miliar. Sir Jim Ratcliffe sama Sheikh Jassim yang udah maju bawa dana segar dibuat terkatung-katung karena proses bidding sengaja diulur-ulur demi ngeruk keuntungan paling maksimal.
Manchester United sekarang bukan cuma ketinggalan di atas lapangan, tapi distrukturisasi bisnisnya juga kena gerogoti dari dalam. Pemilik lain nyuntik dana jutaan pound buat perkembangan tim, Glazer malah konsisten narik dividen tiap tahun tanpa rasa bersalah.

Social Plugin