Gita, Eli, Dey, Muthe: Potret Persahabatan Sejati yang Kini Makin 'Mahal' Momennya.
Gue mau bahas satu lingkaran pertemanan di JKT48 yang menarik banget, namanya Cangcorang Family. Isinya ada Gita, Eli, Dey, dan Muthe. Nama "Cangcorang" ini lahir dari ketidaksengajaan waktu Muthe difoto dengan pose aneh, terus Gita nyeletuk kalau pose itu mirip cangcorang. Sejak itu, sebutan ini jadi identitas pertemanan mereka berempat.
Sejarah geng ini sebenarnya berawal dari sebuah gimmick keluarga. Dulu, Muthe sempat memanggil Gita dengan sebutan "Papa Gito" karena image Gita yang terlihat tomboy dengan rambut bondolnya saat itu. Sementara Eli dipanggil dengan sebutan "Buna Eli". Dari gimmick peran papa dan bunda inilah kedekatan mereka mulai terbangun. Tapi seiring berjalannya waktu, apa yang tadinya cuma buat seru-seruan berubah jadi sesuatu yang nyata. Gimmick itu luntur dan berganti jadi persahabatan sejati di kehidupan asli. Mereka bukan lagi akting jadi keluarga, tapi memang beneran jadi sahabat yang saling dukung di luar panggung.
Dulu ada masa emasnya, yaitu waktu mereka berempat sering banget bareng. Lewat live streaming, TikTok, sampai konten JKT48, mereka selalu kompak. Gita dan Eli yang waktu itu masih satu kost jadi pusat kekonyolannya karena kostan mereka otomatis jadi "markas" geng ini. Mereka sering bikin konten random dan live yang isinya cuma bercanda lepas. Muthe sebagai yang paling muda selalu bikin suasana ramai karena kecentilannya, dan Dey melengkapi itu semua dengan pembawaannya yang asik. Mereka berempat kalau sudah kumpul adalah definisi kekacauan yang menyenangkan.
Tapi kalau kita lihat sekarang, situasinya sudah beda. Terutama hubungan Gita dan Eli yang sekarang terasa cukup dingin dan minim interaksi. Ironisnya, saat interaksi Gita dan Eli sudah nggak secair dulu, mereka justru disatukan dalam satu tim di Team Dream. Di sisi lain, Muthe yang biasanya jadi penghubung atau pencair suasana malah beda tim sendiri di Team Passion. Karena dua pilar utamanya makin dewasa dan gengsian, ditambah Muthe yang terpisah tim, otomatis momen "gila" bareng makin langka. Apalagi sekarang Dey sudah graduate, yang bikin formasi mereka nggak mungkin bisa lengkap lagi di dalam grup
Sekarang, melihat mereka ada di satu frame itu jadi barang mewah. Susah banget. Bahkan saat member yang tersisa ada di satu jadwal yang sama di Theater, interaksi mereka nggak semudah itu muncul. Penyebabnya ya karena sikap mereka yang sudah makin dewasa saja. Kita nggak bisa lagi mengharap mereka berisik setiap hari di depan kamera seperti dulu. Efeknya, fans sekarang harus rajin cari momen kecil cuma buat memastikan mereka masih akrab di balik layar.
Salah satu puncak kekonyolan yang paling gue ingat adalah waktu mereka berempat live bareng buat ngerayain ulang tahun tahun 2023 di kost. Mereka mau dekorasi dinding, tapi karena buru-buru belinya dan cuma lihat kata "Selamat" di bungkusnya, mereka main tempel saja. Pas live, ternyata tulisannya "Selamat Datang". Jadi bukannya kayak ulang tahun, malah kayak acara open house. Wkwk..
Kesimpulannya, meskipun sekarang mereka jarang satu frame, satu orang sudah lulus, dan sisanya makin jaim, chemistry Cangcorang Family tetap punya tempat tersendiri. Persahabatan itu nggak selalu harus ditunjukin dengan cara nempel terus di depan kamera. Mereka sudah melewati masa bareng yang cukup lama buat saling paham luar dalam. Gue pribadi berharap suatu saat ada momen reuni yang bisa mempertemukan mereka lagi dalam satu project, karena interaksi asli mereka yang bikin JKT48 terasa lebih hidup.





Social Plugin