Jujur, dari pertama denger kabar konser ini bakal digelar, gue udah nggak sabar banget. Ini tuh momen yang udah ditunggu bertahun-tahun. Pertama kalinya mereka bakal bawain setlist original, padahal selama ini cuma bisa denger ceritanya doang.
Secara teknis, nggak bisa bohong, persiapannya emang niat banget. Nggak ngerti mereka ngatur stamina kayak gimana, langsung dibuka dengan lagu-lagu high energy kayak Flying Get, Hissatsu, Ponytail, sampe SukiNanda. Belum lagi hits karya Laleilmanino kayak Raja Hati dan Rapsodi. Total 29 lagu, dari yang ceria sampe yang bikin mewek di akhir.
Kolaborasinya juga nggak main-main. Ada Isyana Sarasvati, Bernadya, sampai iringan musik dari Andi Rianto. Tapi momen yang paling kena itu pas lagu Ada Aku!. Di layar besar muncul video almarhum Gusti Irwan Wibowo, salah satu sosok penting di balik lagu-lagu original JKT48. Sedih saja kalau ingat dedikasi beliau.
Di tengah euforia itu, mereka ngumumin setlist original baru judulnya Pertaruhan Cinta yang bakal rilis September nanti. Ini langkah besar sih. Terus MV Percik Kecil juga langsung dirilis besoknya. Tapi ya namanya hidup, di tengah kabar gembira, Shania Gracia malah ngumumin kelulusannya. Makasih banyak Gre buat segalanya, you’re truly a legend.
Nah, bagian paling aneh itu pas encore. Haruka sebenarnya sudah turun ke tribun buat mimpin chant, tapi suasana malah sunyi senyap. Ini bukan nggak hormat sama Haruka, tapi memang fans sepakat buat silent treatment sebagai bentuk protes ke manajemen atau JOT. Imbasnya, semua tradisi konser ilang. Sesi foto batal, konser cuma ditutup sama suara Gracia dari belakang panggung. Sumpah, ini akhir paling absurd buat konser segede gini.
Kenapa bisa begitu? Ya karena ini akumulasi kekesalan fans yang sudah numpuk. Dari masalah transparansi informasi sampai kritik yang jarang didengar. Secara visual pun, Istora tahun ini terasa kurang "megah" kalau dibandingin konser Wonderland tahun lalu yang dekorasinya totalitas. Puncaknya, ada spanduk di luar isinya
"Tanpa fans, kalian bisa apa?"
Intinya, secara konten pertunjukan, ini keren. Lagu baru, kolaborasi kelas atas, sampai aransemen musiknya juara. Tapi kepercayaan fans ke manajemen lagi di titik rendah. Kursi VIP yang nggak terisi penuh itu tamparan keras sih, ngebuktiin kalau loyalitas fans ada batasnya dan nggak bisa terus-terusan dianggap biasa saja.
Semoga ini jadi momen buat berbenah. Buat JOT, dengerinlah suara-suara di bawah. Jangan sampai lupa kalau nyawa JKT48 itu ya ada di dukungan fansnya.



Social Plugin