Jujur, alasan yang paling bikin gue penasaran sama konser ini bukan karena JKT48 akhirnya ngadain konser besar lagi. Yang bikin gue excited justru karena ini jadi momen ketika setlist original mereka diperkenalkan ke publik.
Selama bertahun-tahun, JKT48 memang identik dengan repertoar AKB48 Group. Wajar sih, karena dari sanalah grup ini lahir. Tapi waktu diumumin bakal punya setlist original sendiri, gue jadi penasaran seperti apa rasanya melihat JKT48 punya repertoar yang identitasnya benar-benar dibuat untuk mereka sendiri.
Satu catatan dulu. Gue nggak nonton langsung di venue. Jadi tulisan ini murni berdasarkan timeline, foto, video, dan berbagai cuplikan yang beredar setelah konser selesai.
Full House digelar di Istora Senayan kemarin, 26 Juli 2025. Konser ini menjadi salah satu momen utama untuk memperkenalkan Original Setlist JKT48, Pertaruhan Cinta. Selain member JKT48, ada juga Isyana Sarasvati, Bernadya, dan Andi Rianto yang ikut terlibat dalam proses kreatif setlist tersebut.
Makanya buat gue, kehadiran mereka terasa lebih dari sekadar guest star. Isyana terlibat lewat lagu "Dream", Bernadya lewat "Percik Kecil", sementara Andi Rianto membawakan "Dahulu" yang ditulis bersama Monty Tiwa. Mereka memang datang untuk tampil, tapi di saat yang sama mereka juga bagian dari orang-orang yang ikut membentuk karya yang sedang dirayakan malam itu.
Tapi dari semua cuplikan yang lewat di timeline gue, ada satu momen yang paling membekas.
Waktu lagu "Ada Aku!" dibawakan, layar menampilkan tribute untuk mendiang Gusti Irwan Wibowo atau Gustiwiw, yang ikut terlibat dalam pengerjaan lagu tersebut. Gustiwiw juga ikut mengerjakan "Percik Kecil" bersama Bernadya.
Dari timeline gue, kelihatannya cukup banyak fans yang baru ngeh kalau Gustiwiw ternyata ikut terlibat dalam proyek setlist ini. Buat gue, bagian itu jadi terasa makin sedih karena dia ikut mengerjakan karya tersebut, tapi nggak sempat melihat bagaimana hasil akhirnya dibawakan di panggung.
Dari konser ini, JKT48 juga mengumumkan kalau Pertaruhan Cinta bakal mulai dipentaskan pada September 2025. Buat gue, ini yang paling ditunggu. Setelah bertahun-tahun membawakan repertoar dari 48 Group, akhirnya JKT48 punya setlist yang dibuat khusus untuk mereka.
Selain itu, "Percik Kecil" juga diumumkan bakal dirilis sehari setelah konser melalui kanal YouTube Bernadya. Jadi setelah konser selesai pun masih ada karya baru yang bisa ditunggu.
Tapi ada satu pengumuman lain yang bikin malam itu terasa makin campur aduk.
Kapten JKT48, Shania Gracia, mengumumkan kelulusannya dari grup setelah sebelas tahun berkarier.
Menurut gue, di situlah uniknya malam itu. Di satu sisi, fans lagi ngerayain lahirnya setlist original pertama JKT48. Di sisi lain, mereka juga harus menerima kabar kalau kapten grup bakal segera pergi. Euforia dan kesedihan datang di malam yang sama.
Sayangnya, setelah konser selesai, pembicaraan di media sosial malah banyak bergeser ke hal lain. Bukan cuma soal setlist atau kolaborasi para musisinya, tapi juga soal aksi protes fans.
Beberapa hari sebelum konser, Alliance Regional dan ONE Alliance 48 sudah mengumumkan rencana buat nggak menyerukan encore sebagai bentuk protes terhadap manajemen JKT48. Jadi ketika akhirnya encore benar-benar nggak terdengar, buat gue itu bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba.
Kekecewaan sebagian fans sebenarnya sudah menumpuk dari beberapa persoalan. Ada yang menyoroti produktivitas member, ada juga yang kembali mempermasalahkan kontroversi foto Fritz Fernandez yang sempat ramai di media sosial. Respons manajemen terhadap persoalan tersebut kemudian ikut jadi bahan perdebatan.
Harga tiket Full House yang cukup tinggi juga ikut jadi pembicaraan. Untuk kategori tertentu, harganya mencapai Rp4,8 juta, meskipun tiket tersebut disertai berbagai benefit. Buat sebagian fans, harga tersebut tetap terasa tinggi dan akhirnya ikut menambah panas suasana menjelang konser.
Terus pas masuk encore, situasinya malah jadi aneh.
Haruka sempat turun dan ngajak penonton buat encore, tapi nggak ada yang nyaut. Penonton tetap diam. Dari beberapa video yang beredar, Haruka bahkan sampai kelihatan nangis.
Buat gue, momen itu cukup berat buat dilihat. Apalagi Haruka sendiri bukan orang baru di JKT48. Dia pernah menjadi bagian dari grup ini selama bertahun-tahun dan sekarang masih punya hubungan dekat dengan banyak member maupun fans.
Akhirnya konser benar-benar selesai tanpa encore. Dari belakang panggung, terdengar ucapan terima kasih dari Gracia yang beberapa kali diselingi tangisan.
Bahkan spanduk di luar venue yang bertuliskan "Tanpa fans, kalian bisa apa?" menurut gue sudah cukup menjelaskan seberapa panas situasinya malam itu.
Kalau ngomongin pertunjukannya saja, sebenarnya Full House punya banyak hal menarik. Setlist original akhirnya diperkenalkan, ada kolaborasi dengan musisi yang ikut terlibat dalam proses kreatifnya, ada tribute untuk Gustiwiw, dan ada pengumuman kelulusan Gracia.
Cuma masalahnya, semua hal itu akhirnya harus berjalan bareng dengan kekecewaan sebagian fans terhadap manajemen.
Di satu sisi, JKT48 lagi ngerayain sesuatu yang harusnya jadi momen penting buat mereka. Setlist original pertama akhirnya diperkenalkan. Tapi di sisi lain, sebagian fans justru memilih menunjukkan kekecewaan mereka lewat aksi diam saat encore.
Makanya buat gue, Full House bukan cuma soal konser atau pengenalan Pertaruhan Cinta. Konser ini juga memperlihatkan kalau hubungan antara fans dan manajemen memang punya pengaruh besar terhadap bagaimana sebuah momen dikenang.
Gue sendiri masih penasaran bakal seperti apa Pertaruhan Cinta ketika nanti mulai dimainkan di theater. Apakah setlist ini bisa memenuhi ekspektasi yang sudah muncul sejak pengumumannya? Apakah karya original ini nantinya bisa punya tempat yang kuat di JKT48?
Belum tahu.
Tapi setidaknya, gue senang akhirnya JKT48 berani punya sesuatu yang benar-benar baru buat mereka. Setelah bertahun-tahun membawakan repertoar dari 48 Group, akhirnya ada satu setlist yang bisa mereka bangun dari awal dengan identitas sendiri.
Mudah-mudahan Pertaruhan Cinta bisa jadi awal yang bagus.
Otsukare buat semua yang terlibat di Full House. Dan buat Gracia, terima kasih sudah menemani JKT48 selama sebelas tahun.



Social Plugin