Gue sering banget nemu orang yang skeptis sama JKT48. Komentarnya gitu-gitu aja, "Ah, mereka cuma modal cantik doang, nyanyinya lipsync atau fals melulu."
Terus biasanya fans bakal langsung counter pake argumen yang itu-itu lagi, "Woi, JKT48 itu idol group, bukan vocal group! Kerjaannya nggak cuma nyanyi, tapi nari, akting, public speaking juga."
Secara definisi sih bener. Tapi kalau kita lihat data yang ada di lapangan, gue rasa sistemnya belum sepenuhnya mendukung jargon "tumbuh dan berkembang bersama fans" itu. Latihan koreo sama blocking panggung emang ada, tapi ruang buat member ngembangin skill di luar itu tuh kecil banget. Jadinya banyak potensi yang nggak keurus.
Masalahnya Potensi Ada, Wadahnya Nggak Jelas
Gue liat ada jarak antara bakat member sama fasilitas dari manajemen. Kita pernah lihat kan event-event kayak Vocal Queen atau Dance Queen? Nah dari situ keliatan sebenernya bakat mereka tuh ada. Banyak yang jago malah.
Tapi kan event kayak gitu cuma setahun sekali. Abis itu balik lagi ke rutinitas teater.
Makanya gue rasa JKT48 butuh sistem yang lebih terstruktur. Kayak semacam sekolah tambahan atau klub minat bakat gitu. Biar mereka punya jadwal rutin buat belajar hal baru tanpa harus nunggu event internal dulu.
Ngelirik Sistem Klub
Coba bayangin kalau JKT48 punya klub-klub kecil yang ada mentornya dan rutin nunjukin hasil latihan. Misalnya gini:
- JKT48 Soundwave: Isinya anak-anak yang emang mau fokus ke vokal dan instrumen.
- JKT48 Dance Infinity: Buat yang pengen eksplorasi koreo di luar pakem teater.
- JKT48 Act Club: Fokus ke akting, bisa bikin mini series buat kanal YouTube JKT48Tv.
- JKT48 Comedy Club: Nah, ini penting. Ngelatih mental stand-up atau komedi sketsa biar mereka nggak kagok pas diundang ke acara TV atau podcast.
Bayangin kalau ini ada showcase-nya tiap bulan di teater. Fans bisa liat progresnya secara langsung, bahkan ikut kasih feedback. Jadi "tumbuh dan berkembang" itu bukan lagi sekadar kata-kata di website, tapi ada buktinya tiap bulan.
Solusi buat Masalah Overpush
Efek lainnya, sistem klub ini bisa jadi jawaban buat masalah overpush. Yang selama ini dikeluhin tuh itu lagi itu lagi member yang dapet job.
Kalau sistem ini jalan, manajemen punya pegangan yang jelas:
Ada tawaran main film? Ambil dari Act Club.
Ada project nyanyi yang susah teknisnya? Kirim anak Soundwave.
Butuh yang lucu buat variety show? Ya anak Comedy Club yang maju.
Jadi member yang dipilih itu dasarnya kompetensi. Dampaknya? Penampilan mereka bakal lebih maksimal karena emang itu bidangnya.
Perubahan dari Awal
Bahkan menurut gue, ini harusnya udah dimulai dari tahap audisi. Jangan cari yang lucu atau menarik secara abstrak. Tapi cari yang beneran punya benih bakat tertentu. Jadi pas mereka masuk, arahnya udah jelas. Nggak ada lagi cerita member bingung bertahun-tahun di grup karena nggak tahu mau dikembangin ke mana.
Gue tahu, tantangan terbesarnya adalah waktu.
Member itu udah capek sama sekolah dan jadwal teater. Nambahin sistem klub berarti nambahin beban kerja.
Tapi pertanyaannya balik lagi ke kita. Kita mau JKT48 cuma jadi tempat "singgah" yang jualan visual, atau beneran jadi tempat belajar buat talenta muda?
Gue secara pribadi, pengennya grup ini dikenal dengan bakat-bakatnya. Bukan cuma modal nama besar grupnya doang.
Menurut lo gimana? Apa mending sistem yang sekarang dipertahanin karena emang "jualan utamanya" adalah interaksi, atau emang udah saatnya JKT48 lebih serius soal skill-building ini, sehingga motto "tumbuh dan berkembang" bukan lagi omong kosong belaka?
Kalo lo setuju, menurut lo klub mana yang paling darurat buat dibentuk duluan?
Social Plugin