Ticker

6/recent/ticker-posts

JKT48 Jualan Tampang atau Kurang Wadah Buat Berkembang?


Gue rasa hampir semua fans JKT48 pernah nemu komentar kayak gini.

"Ah, mereka cuma modal cantik doang."

Atau yang lebih pedes lagi:

"Nyanyinya juga lipsync mulu."

Biasanya kalau ada yang ngomong begitu, fans langsung panas.

"Woi, JKT48 itu idol group, bukan vocal group!"

Secara konsep, emang bener. Gue juga nggak bilang argumen fans itu salah.

Tapi coba dipikir-pikir lagi. Soalnya ada satu hal yang selalu bikin penasaran.

Kalau konsep utamanya adalah tumbuh dan berkembang bersama fans, sebenarnya seberapa besar sih ruang yang disediakan buat member berkembang?

Soalnya yang gue lihat selama ini, latihan koreografi dan persiapan teater memang rutin. Tapi di luar itu, jalur pengembangan bakatnya terasa kurang jelas.

Dan kalau ngomongin soal bakat, gue rasa JKT48 bukan kekurangan di situ, kok.

Kita pernah lihat event kayak Vocal Queen atau Dance Queen. Dari sana kelihatan kalau banyak member yang sebenarnya punya kemampuan. Ada yang vokalnya bagus, ada yang kemampuan menarinya cukup baik, ada juga yang punya stage presence yang unik.

Potensinya ada. Nggak sedikit.

Masalahnya, setelah event itu kelar, terus gimana?

Acara kayak gitu cuma hadir sesekali. Setelahnya ya balik lagi ke rutinitas teater yang itu-itu aja. Tahun depan belum tentu ada lagi. Akhirnya kemampuan yang sempat kelihatan malah nggak punya tempat buat terus diasah.

Makanya gue kadang mikir, kenapa nggak dibikin jalur pengembangan yang lebih jelas?

Misalnya bikin kelompok-kelompok kecil berdasarkan minat masing-masing member.

Yang suka nyanyi bisa punya wadah rutin buat latihan vokal atau bahkan belajar alat musik. Yang pengen fokus akting juga punya tempat latihan peran. Yang tertarik mendalami dance di luar koreografi teater bisa eksplor di sana. Bahkan buat yang suka improvisasi atau pengen belajar melawak, bisa juga dikelompokin sendiri, soalnya banyak idol yang akhirnya harus tampil di variety show dan butuh skill ngomong yang mumpuni.

Yang bikin konsep kayak gini menarik bukan cuma member dapat tempat belajar. Tapi fans juga bisa ikut melihat prosesnya.

Bayangin kalau tiap bulan ada showcase kecil di teater. Fans bisa melihat perkembangan mereka secara langsung. Jadi kalimat "tumbuh dan berkembang bersama fans" benar-benar terlihat bentuknya, bukan cuma jadi slogan yang sering diulang.

Menurut gue ada efek bagusnya juga.

Selama ini salah satu keluhan fans yaitu soal member yang dianggap terlalu sering dipush untuk project tertentu. Fans suka bertanya, kenapa dia lagi? Kok bukan yang lain yang lebih cocok?

Kalau ada jalur pengembangan yang jelas, alasan pemilihan member jadi lebih gampang dipahami.

Ada tawaran film? Tinggal lihat member yang aktif di Klub Akting. Ada proyek musik yang butuh vokal lebih? Ambil dari Klub Vokal. Butuh bintang tamu yang gampang nyambung di acara hiburan? Bisa lirik yang sering latihan di Klub Lawak.

Jadi member yang dipilih emang sesuai dengan kapasitasnya. Nggak asal tunjuk karena faktor lain.

Bahkan kalau dipikir lebih jauh, konsep kayak gini mungkin harus dimulai sejak awal, dari proses audisi.

Bukan berarti yang audisi harus udah jago semua. Tapi setidaknya ada basic skill atau minat yang bisa langsung diarahkan ke wadah tertentu. Jadi begitu mereka bergabung, mereka nggak cuma jadi member JKT48, tapi juga udah punya bayangan mau dikembangin ke mana.

Dan yap, gue sadar banget masalah terbesar dari ide ini adalah waktu.

Sebagian besar member masih sekolah atau kuliah. Jadwal teater juga udah padat. Nambah program baru berarti nambah kesibukan mereka juga.

Tapi di sisi lain, gue juga penasaran sama satu hal.

Kita sebenarnya mau JKT48 jadi seperti apa sih?

Cukup sebagai tempat yang ngandalin interaksi dan visual aja? Atau bisa jadi tempat lahirnya talenta-talenta muda yang bener-bener berkembang selama di grup?

Kalau gue pribadi, gue lebih seneng kalau suatu hari nanti JKT48 dikenal bukan cuma karena nama besarnya, tapi juga karena kualitas orang-orang yang pernah tumbuh di dalamnya.

Dari semua opsi tadi, gue penasaran sama pendapat lo. Menurut lo, pendekatan sekarang udah cukup atau emang harus mulai dibikin wadah kayak gitu? Dan kalau iya, kira-kira klub mana yang paling layak dibentuk duluan?

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.