Ticker

6/recent/ticker-posts

Favoritisme Member oleh JOT: Salah Siapa, Sih?




Gue buka Twitter. Timeline rame lagi. Topiknya itu lagi itu lagi.

“Lah kok dia lagi yang masuk senbatsu?”

“Dance dia paling bagus, kenapa yang dipilih malah si itu?”

Tiap ada pengumuman pasti ada aja yang begini. Langsung nembak ke satu arah. Manajemen disalahin. Dibilang pilih kasih. Dibilang nggak adil.

Gue kadang cuma bisa mikir, bentar deh.

Ini grup idol. Jalan di industri hiburan. Bukan organisasi sosial. Mereka cari duit. Ya emang begitu sistemnya.

Jadi pas ada project, endorsement, MV, atau apa pun itu, yang dicek dulu ya angka. Engagement. Reach. Followers. Nama siapa yang kalau dipasang di thumbnail bikin orang ngeklik.

Data begituan ada semua. 

Brand yang mau colab juga sama. Mereka bawa dana. Punya syarat. Mereka mau muka yang gampang dijual. Yang udah ada pasar. Yang udah punya perhatian publik.

Kalau brand bilang, mereka minta member yang followers-nya jutaan atau yang paling "menarik" buat pasar, JOT mau ngomong apa? 

Makanya kadang yang disebut fans sebagai “anak emas” itu sebenernya ya hasil survey pasar.

Terus bagian yang agak lucu.

Fans sering teriak, “angkat dong member underrated.”

“Kasih kesempatan dong.”

Tapi giliran ada voting, gift live, penjualan, atau apa pun yang bisa ngangkat member, pilihan banyak orang balik lagi ke nama yang sama.

Yang udah populer. Yang lagi naik. Yang lagi rame di timeline.

Jadi ya… sistemnya kebentuk dari situ juga.

Manajemen lihat angka. Angka datang dari fans. Fans sendiri sering milih yang sama.

Akhirnya muter di situ lagi.

Kalau ada member yang menurut lo berbakat tapi jarang dapet tempat, ya tinggal support aja. Bukan cuma ngetik “underrated” di kolom reply.

Beli photopack-nya. Nonton live dia. Share klip dia. Biar namanya naik dikit.

Soalnya di dunia idol, spotlight itu selalu ngikutin perhatian orang.

Dan perhatian orang kelihatan jelas dari angka. Dari duit. Dari interaksi.

Makanya tiap gue lihat debat begitu di Twitter, gue suka senyum sendiri.

Orang ribut soal sistem.

Padahal sistemnya kebentuk dari pilihan fans juga.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.