Gue lagi pengen nulis soal Freya Jayawardhana.
Member yang dikenal sebagai adik bungsunya Gen 7, dan sekarang resmi jadi Kapten JKT48.
Kalau dipikir-pikir, perjalanan Freya memang menarik buat diikutin. Rasanya baru kemarin gue masih lihat dia sebagai trainee, sekarang dia justru dipercaya buat mimpin grup sebesar JKT48. Dari semua yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, satu hal yang paling kerasa buat gue adalah prosesnya. Posisi yang dia pegang sekarang jelas bukan sesuatu yang datang tiba-tiba.
Gue masih inget waktu pemilihan senbatsu 2019. Di video promosinya, Freya pernah bilang kalau dia nggak masalah belum kebagian posisi. Menurut dia, yang penting senior-seniornya dulu yang maju.
Waktu dengar itu, gue sempat heran.
Soalnya di umur segitu, kebanyakan orang mungkin masih sibuk ngejar ambisinya sendiri. Sementara Freya malah sudah kepikiran buat ngasih ruang ke orang lain. Dari situ gue ngerasa kalau cara dia melihat sesuatu memang cukup dewasa buat ukuran usianya waktu itu.
Tapi perjalanan Freya jelas nggak selalu mulus.
Pernah ada fase ketika namanya seperti tenggelam. Perhatian lebih banyak tertuju ke member lain yang lebih dulu mencuri perhatian, sementara Freya masih sering berada di belakang tanpa banyak sorotan. Gue bahkan yakin ada cukup banyak fans yang baru benar-benar ngeh sama Freya dalam beberapa tahun terakhir.
Dia tetap jalan dengan caranya sendiri. Pelan, tapi konsisten. Makanya perkembangan Freya juga terasa kalau dilihat dari tahun ke tahun.
Kalau ditanya kapan titik baliknya buat gue, mungkin saat dia masuk senbatsu special performance Langit Biru Cinta Searah pada 2024.
Di lagu itu, vokal Freya benar-benar sampai ke gue. Ada sesuatu yang bikin gue sadar kalau anak ini ternyata punya kemampuan yang selama ini belum terlalu diperlihatkan.
Dan kalau ngomongin perjalanan Freya, rasanya susah juga buat nggak nyebut Fiony.
Walaupun mereka beda generasi, gue ngerasa hubungan mereka termasuk salah satu persahabatan yang menarik di JKT48. Mereka sudah bareng sejak masa trainee, lanjut ke Tim T, sampai sekarang pun masih sering terlihat bersama. Mereka juga rutin gantian baca surat di seitansai masing-masing.
Persahabatan mereka juga punya dinamika sendiri. Tipe hubungan yang dari luar kelihatannya berantem terus, padahal sebenarnya saling jagain.
Tapi gue harus jujur.
Maaf ya, Frey.
Ada masa ketika gue sempat agak risih setiap melihat namanya muncul.
Waktu itu ada sebagian fans Freya yang sering spam komentar "Freya mana?" ketika member lain lagi live. Belum lagi beberapa kejadian di depan pintu teater yang menurut gue kadang bikin kurang nyaman buat orang lain.
Hal-hal seperti itu bikin gue sempat ilfeel sama nama Freya.
Sampai akhirnya gue sadar, mungkin selama ini gue terlalu cepat menghubungkan perilaku sebagian fans dengan orang yang mereka dukung.
Pandangan gue mulai berubah ketika JKT48 sedang dihantam berbagai isu dan komentar negatif dari luar.
Waktu itu dia jadi narasumber wawancara Najwa Shihab, dan jujur, gue cukup terkejut melihat cara Freya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada.
Dia bisa menyampaikan sesuatu dengan jelas. Dia bisa ngewakilin suara banyak orang dengan cara yang tegas dan bijak.
Di situ pandangan gue tentang dia berubah.
Gue sadar kalau selama ini gue terlalu fokus sama noise yang dibuat sebagian fansnya, sampai lupa melihat kapasitas Freya sebagai individu.
Kemampuan Freya dalam merepresentasikan grup menurut gue layak diapresiasi.
Begitu juga dengan viralnya Freya.
Suka atau gak, momen itu ngebuka pintu buat orang luar yang gak tahu JKT48 jadi mulai ngelirik. Nama grup ikut kecipratan naik, dan Freya jadi salah satu etalase utamanya.
Tentu ada konsekuensinya juga. Masuknya banyak orang baru berarti nggak semuanya langsung memahami kultur fandom JKT48.
Dan sekarang, Freya sudah jadi kapten.
Melihat Freya hari ini rasanya beda banget dibanding waktu pertama kali gue lihat dia sebagai trainee. Sifat kalemnya masih ada, tapi pembawaannya jauh lebih matang. Dia juga kelihatan sudah terbiasa berbicara di depan publik dan membawa nama banyak orang dalam satu kesempatan.
Kalau ada yang nanya Freya siap atau nggak jadi kapten, gue pribadi nggak punya keraguan.
Dia sudah merasakan banyak fase dalam perjalanan sebagai member. Pernah berada di posisi yang kurang diperhatikan, pernah merasakan tekanan ketika tiba-tiba populer, pernah berhadapan dengan pandangan orang yang berbeda-beda, sampai akhirnya dipercaya buat memimpin.
Harapan gue cuma satu.
Semoga posisi ini nggak berubah jadi beban yang terlalu berat buat Freya.
Karena kalau melihat bagaimana dia berjalan dari bawah sampai sampai di titik ini, menurut gue dia sudah nggak perlu membuktikan apa-apa lagi kepada orang-orang yang dulu sempat meragukannya. Termasuk gue.
Dia memang sudah selayaknya ada di posisi itu sekarang.







Social Plugin