Ticker

6/recent/ticker-posts

GRACE OKTAVIANI: Si Kelinci Manis Yang Hobi Dance

​Menurut gue, kalau ngomongin Gen 11, Gracie termasuk salah satu member yang cukup menarik buat dibahas.

Gracie pertama kali muncul bareng Gen 11 di Halloween Event 2022. Waktu itu usianya baru 15 tahun. Masih muda, tapi dia masuk JKT48 bukan sebagai orang yang benar-benar mulai dari nol.

Sebelum jadi member JKT48, Gracie udah cukup lama aktif di dunia cover dance. Makanya waktu awal tampil di stage, gerakannya kelihatan lebih lepas. Dia juga nggak terlihat seperti member yang baru belajar dasar-dasar perform setelah masuk idol group. Dari awal memang sudah ada bekal yang dibawa.

Hal itu cukup kelihatan pengaruhnya. Saat sebagian trainee masih sibuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan ritme baru, Gracie terlihat lebih cepat nyaman di atas panggung.

Ada satu hal lain yang menurut gue cukup menarik. Sebelum masuk JKT48, Gracie pernah tergabung dalam grup dance bernama Little Pinkie. Di sana ada Yori dari Generasi 7 dan Levi dari Generasi 12. Bahkan kabarnya, Gracie, Fritzy, dan Levi juga sudah saling kenal sejak kecil lewat dunia modeling.

Lucunya, beberapa orang yang dulu udah ada di sekitar Gracie malah muncul lagi di JKT48. Jadi kesannya kayak teman-teman lama yang dipertemukan lagi, cuma kali ini mereka ada di grup idol yang sama.

Kalau soal visual, gue cukup sering lihat orang membandingkan Gracie dengan Marsha. Bukan karena wajah mereka benar-benar mirip, melainkan karena aura yang mereka bawa. Sama-sama punya kesan imut, ekspresif, dan sama-sama punya gingsul yang cukup khas.

Bahkan nggak sedikit orang yang pertama kali notice Gracie karena merasa ada vibe yang sedikit mengingatkan mereka ke Marsha. Buat member yang masih terbilang baru saat itu, hal seperti ini tentu jadi nilai tambah karena bikin orang lebih gampang mengingat.

Meski begitu, Gracie tetap punya ciri khas yang bikin dia berdiri dengan identitasnya sendiri. Salah satu yang paling kelihatan ada di sisi branding.

Kalau lo pernah nonton live-nya, mungkin lo sadar kalau dia cukup sering mengulang jikoshoukainya saat diminta fans. Kalimat "Manis seperti gulali, imut seperti kelinci".

Sekilas mungkin terdengar sepele. Tapi karena kata "gulali" itu terus muncul di berbagai kesempatan, terutama saat live, lama-lama orang jadi langsung mengaitkannya dengan Gracie. Makanya sekarang kalau ada yang nyebut gulali, banyak fans yang refleks kepikiran, "Cie cie cie Gracie." Itu bukti kalau branding yang dia bangun cukup berhasil.

Di luar urusan perform dan branding, Gracie juga punya sisi yang cukup menghibur. Lucunya sering muncul dari celetukan random atau gombalan yang tiba-tiba keluar begitu aja pas lagi ngobrol. Justru karena spontanitasnya, hal-hal kayak gitu sering bikin orang ketawa.

Kalau ngomongin momen yang paling berkesan dalam perjalanan idolnya sejauh ini, debut Generasi 11 di konser ulang tahun JKT48 ke-11 tentu jadi salah satu yang paling penting. Dari situlah perjalanan Gracie sebagai member JKT48 benar-benar dimulai.

Kalau soal teman dekat, nama Greesel juga hampir selalu muncul saat membahas Gracie. Mereka berdua jadi member pertama dari Generasi 11 yang dipromosikan ke status member inti pada tahun 2024. Karena sering melewati banyak momen penting bersama, nggak heran kalau banyak fans melihat mereka sebagai duo yang tumbuh bareng sejak awal.

Buat gue, sekarang Gracie udah nggak ada di tahap orang masih nebak-nebak dia siapa. Orang udah tahu dia jago dance, udah hafal sama branding gulalinya, dan pelan-pelan juga mulai paham karakternya. Itu sebabnya nama dia makin gampang nyangkut di kepala fans.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.