Ticker

6/recent/ticker-posts

Persib 2026/2027: Skuad Mewah, Jadwal Padat, dan Tantangan Musim Baru


Musim lalu Persib berhasil mempertahankan gelar Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Kedengarannya memang bagus. Bahkan sangat bagus.

Tapi justru setelah pencapaian seperti itu, masalahnya berubah. Persib sekarang bukan cuma dituntut buat mempertahankan gelar. Mereka juga harus membuktikan kalau skuad ini mampu bersaing di beberapa kompetisi sekaligus.

Musim 2026/2027, ada empat kompetisi yang harus dijalani. Super League, i-League Cup, ASEAN Club Championship, dan AFC Champions League Two.

Pertanyaannya adalah, seberapa siap mereka menjalani musim sepanjang itu?

Jersey Baru, Standar Baru

Persib sudah memperkenalkan jersey musim 2026/2027 dalam acara Pesta Biru di Bandung Arena pada 25 Agustus lalu.

Kelme masih menjadi apparel Persib untuk musim kedua. Warna biru tetap jadi identitas utama, sementara desainnya dibuat lebih modern. Ada juga detail bintang kelima di logo klub sebagai simbol pencapaian Persib setelah meraih tambahan tiga gelar liga secara beruntun.

Karena setelah tiga gelar liga secara beruntun, Persib sudah sampai di titik di mana standar mereka sendiri semakin tinggi. Musim lalu berhasil, musim ini nggak bisa cuma mengandalkan keberhasilan yang sama.

Apalagi mereka sekarang punya ambisi di beberapa level.

Saga Mr. MVP Akhirnya Kelar

Kalau ada satu transfer yang paling bikin Bobotoh penasaran, ya Mariano Peralta.

Nama pemain Argentina ini sebelumnya sempat dikaitkan kuat dengan Persija. Bahkan sempat ada pernyataan dari pihak Persija yang membuat transfernya kelihatan tinggal menunggu waktu.

Tapi sepak bola memang kadang suka bikin plot twist.

Mariano justru berlabuh ke Persib.

Pada 19 Juli 2026, Persib resmi memperkenalkan Mariano sebagai pemain baru dengan kontrak sampai 2028. Dan dia datang dengan status yang cukup berat.

Dia adalah pemain terbaik Super League 2025/2026.

Makanya Persib memperkenalkannya dengan sebutan "Mr. MVP".

Nah, masalahnya justru ada di situ.

Label MVP otomatis bikin ekspektasi ke dia tinggi. Orang nggak akan melihat Mariano sebagai pemain baru yang butuh waktu beradaptasi. Orang akan melihatnya sebagai pemain terbaik di liga musim sebelumnya.

Jadi menurut gue, tantangan Mariano bukan cuma soal mencetak gol atau bikin assist.

Dia harus menunjukkan kalau performa musim lalu memang bisa dia bawa ke lingkungan baru.

Dan menariknya, dia sudah memberikan sedikit teaser soal itu.

Saat Persib menghadapi Manila Digger di babak play-off ACL Two, Mariano mencetak gol kemenangan 1-0 pada 31 Agustus.

Persib Bukan Cuma Menambah Pemain

Mariano bukan satu-satunya nama besar yang datang.

Ada Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh. Dua pemain yang sudah cukup familiar buat penggemar sepak bola Indonesia karena pengalaman mereka bersama Timnas Indonesia.

Mereka kemudian bergabung dengan nama-nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Marc Klok yang sudah lebih dulu ada di skuad.

Belum lagi pemain baru lainnya seperti Notsuda, Balsa Skulic, Matuombo, Luca Manalo, dan Danijel Loncar.

Selamat Datang di Asia

Persib memastikan tempat di fase grup ACL Two setelah mengalahkan Manila Digger 1-0 pada 31 Agustus.

Setelah lolos, mereka masuk Grup E bersama FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam.

Ini jelas bukan grup yang bisa dianggap sebagai bonus setelah melewati play-off.

Pertandingan pertama saja Persib langsung bertandang ke markas FC Seoul pada 16 September.

Jadi setelah pertandingan domestik, mereka harus berhadapan dengan lawan dari level yang berbeda, bepergian jauh, kemudian kembali lagi untuk pertandingan berikutnya.

Dan di sinilah kedalaman skuad tadi mulai punya arti.

Pelatih juga harus mikirin recovery, perjalanan, rotasi, kondisi pemain, sampai siapa yang harus dikasih menit bermain dan siapa yang perlu disimpan.

Dan setelah periode itu pun jadwal Persib belum selesai karena masih ada ASEAN Club Championship.

Jadi kalau musim ini ada satu hal yang menurut gue bakal sama pentingnya dengan kualitas pemain, itu adalah bagaimana Igor Tolic mengelola skuad.

Skuad Besar Berarti Harus Ada yang Dipinjamkan

Nah, konsekuensinya mulai kelihatan dari keputusan Persib meminjamkan beberapa pemain.

Ramon Tanque tidak masuk dalam daftar 32 pemain yang diperkenalkan untuk musim ini. Igor Tolic juga sudah menyampaikan bahwa Ramon akan dipinjamkan supaya mendapatkan kesempatan bermain dan menemukan kembali performanya.

Dion Markx juga resmi dipinjamkan ke Persita.

Untuk Dion, situasinya cukup masuk akal. Persaingan di lini belakang Persib memang ketat. Kalau kesempatan bermainnya kecil, bermain reguler di klub lain bisa lebih berguna buat perkembangan dia.

Karena percuma juga punya pemain sebanyak mungkin kalau sebagian besar waktunya cuma duduk di bangku cadangan.

Nah, kalau Saddil Ramdani, ceritanya menurut gue sedikit berbeda.

Gue ngerti kalau dia mungkin nggak selalu masuk starting eleven. Persaingan di sektor sayap juga ketat.

Tapi justru karena Persib harus bermain di empat kompetisi, pemain seperti Saddil menurut gue masih punya fungsi.

Lo nggak bisa berharap pemain inti posisi sayap bermain terus sepanjang musim. Akan ada cedera, akumulasi kartu, kelelahan, atau sekadar kebutuhan rotasi.

Jadi ketika ada pemain yang mungkin bukan starter utama tapi punya kemampuan untuk mengubah permainan, keberadaannya tetap punya nilai.

Di sisi lain, Persib juga harus realistis.

Kalau skuad terlalu besar, nggak semua pemain bisa mendapatkan menit bermain yang mereka butuhkan.

Makanya peminjaman pemain sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Bisa jadi itu bagian dari perencanaan supaya pemain tetap berkembang sekaligus membuat skuad utama lebih mudah dikelola.

Tantangannya Justru Dimulai Sekarang

Kalau melihat komposisinya, Persib 2026/2027 memang punya banyak modal.

Ada pemain berpengalaman, pemain muda, nama-nama Timnas Indonesia, enam pemain asing baru, dan tentu saja Mr. MVP yang saga transfernya berakhir cukup mengejutkan.

Total ada 31 pemain yang diperkenalkan untuk menghadapi musim ini.

Tapi semakin besar skuad, semakin besar juga pekerjaan pelatih.

Lo harus menjaga pemain yang jarang bermain supaya tetap siap. Lo harus mengatur menit bermain pemain inti. Lo harus menghadapi jadwal perjalanan. Dan pada saat yang sama, hasil tetap dituntut.

Itu yang menurut gue bakal jadi cerita utama Persib musim ini.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.