Ticker

6/recent/ticker-posts

el-prediksi


​​Gue kadang heran sama satu kebiasaan di fandom JKT48 yang sampai sekarang nggak ada capek-capeknya diulang terus, el-prediksi.

Entah kenapa, selalu ada yang seolah-olah pengen bnget dianggap bahwa dia punya akses informasi rahasia yang nggak diketahui fans lain. Gayanya sudah kayak orang paling paham isi dapur internal. Terus dengan penuh percaya diri bilang, "Info A1 nih, si anu mau grad."

Masalahnya, sebagian besar ujung-ujungnya nggak kejadian.

Nah yang lucu, kalau prediksinya meleset, alasan yang keluar juga hampir selalu sama.

"Oh, membernya berubah pikiran."

Lah, kok enak banget cuci tangan? Kalau dari awal ngasih informasinya aja nggak jelas, kenapa yang disalahin malah membernya? Kenapa bukan kemungkinan kalau memang gosipnya yang salah dari awal?

Padahal contoh tebakan yang gagal itu udah banyak banget.

Ada yang pernah dirumorin bakal grad. Nggak lama kemudian malah dibantah langsung. 

Makanya gue selalu bingung kenapa masih banyak yang gampang percaya sama pola kayak gini.

Kalaupun suatu hari ada rumor yang kebetulan bener, itu belum tentu si penyebarnya punya akses orang dalem. Emang cuma nebak dan pas aja.

Logika aja, setiap member itu pasti ada saatnya bakal grad. Cepat atau lambat. Jadi kalau tiap bulan ada yang asal nebak bakal ada member yang grad, ya peluang buat kebetulan bener pasti ada.

Ibarat kalau besok hujan setelah lo bilang bakal hujan, belum tentu lo ahli cuaca. Lo itu cuma kebetulan. Paham? 

Yang lucu, pola mereka hampir nggak pernah berubah.

Kalau tebakan salah, biasanya rumornya langsung hilang ditelan waktu. Nggak dibahas lagi. Pura-pura nggak pernah bahas apa-apa.

Tapi giliran sekali aja ada yang kebetulan kena, langsung dijadiin bukti kalau mereka punya akses informasi internal. Langsung berasa jadi sumber paling valid se-fandom.

Padahal kalau memang benar ada orang dalem yang bocorin informasi sepenting itu, harusnya itu jadi masalah serius buat manajemen. Dicari siapa orangnya terus dipecat. 

Dan sejauh ini juga nggak pernah ada bukti yang benar-benar meyakinkan kalau para penyebar rumor itu punya akses ke informasi internal seperti yang mereka klaim.

Makanya gue lebih percaya kalau sebagian besar cuma hasil cocoklogi, nebak-nebak, atau gosip yang muter dari satu orang ke orang lain sampai akhirnya dianggap fakta.

Yang sering banget dilupain adalah efeknya ke member.

Bayangin, mereka setiap buka media sosial, yang muncul malah orang-orang yang terus ngomongin kapan lo keluar. Kapan lo grad. Kapan lo cabut.

Padahal mereka masih aktif jalanin kegiatan seperti biasa.

Nggak sedikit member yang sebenarnya sudah pernah bilang kalau mereka risih dengan hal beginian. Wajar sih. Karena dari sudut pandang mereka, itu terasa kayak terus didorong buat pergi, padahal mereka sendiri nggak ngomong apa-apa soal grad.

Kalau gue pribadi, justru itu yang bikin budaya rumor grad terasa makin nggak perlu.

Kalau memang niatnya support member, ya support aja. Nikmatin proses mereka selama masih ada di grup. Nggak usah sibuk bikin prediksi nasib orang yang bahkan orangnya sendiri belum tentu kepikiran ke sana.

Kalau memang suatu hari mereka grad, pasti ada pengumuman resmi. Pasti ada waktunya.

Sampai saat itu datang, menurut gue nggak ada gunanya berlagak jadi cenayang fandom.

Nggak bikin kelihatan keren.

Yang ada malah kelihatan norak.

© 2025 by Agi Dione | All rights reserved.